Kamis, 27 September 2012

SEJARAH MENGENAI VIRUS

Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.

Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.[1] Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.

Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau.Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.

Sabtu, 01 September 2012

Cara Mengilangkan KJomedo Dengan Bahan Alami

Cara menghilangkan Komedo Secara Alami dan Ilmiah.
1. Hindari penggunaan kosmetik berbentuk krim dan minyak yang dapat meningkatkan peluang terjadinya komedo.

2. Berikan wajah Anda uap setidaknya seminggu sekali. Tempatkan wajah Anda di atas mangguk berisi air mendidih agar uap air menyentuh kulit wajah. Untuk mendapatkan uap secara maksimal, tutup kepala Anda dengan handuk. Lalu, gunakan campuran madu dan gula untuk melakukan scrubbing. Cara ini akan menghilangkan komedo sekaligus melembutkan kulit Anda.

3. Pengelupasan merupakan langkah penting untuk menghilangkan sel-sel kulit mati. Ini membantu menyingkirkan kulit mati yang menimbun di pori-pori kulit penyebab komedo dan jerawat.

4. Bagi pemilik kulit berminyak, cobalah gunakan masker yang berbahan tanah liat guna mengurangi minyak di kulit. Pilih masker yang tidak mengandung mint, peppermint atau bahan penyebab iritasi lain. Lebih baik gunakan bahan yang tak mengandung tambahan aroma.

5. Buatlah masker pembasmi komedo dengan mencampur air jeruk nipis, minyak almond dan gliserin. Oleskan pada wajah selama beberapa menit. Ini tidak hanya akan membantu mengurangi komedo, tetapi juga menyingkirkan noda hitam bekas jerawat pada wajah.

6. Lembabkan wajah dengan menempelkan kain basah hangat setiap malam selama 15 menit. Ini akan mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran, dan partikel lainnya menyumbat pori-pori. Setelah digunakan, rebus kain dalam air mendidih untuk membunuh kuman dan bakteri.

7. Hangatkan sedikit madu lalu oleskan pada wajah yang berkomedo. Cuci wajah setelah 10 menit. Madu bertindak sebagai pelembab alami sekaligus mengangkat komedo.

Metode – metode diatas bila dilakukan secara konsisten tentu akan memberikan hasil yang memuaskan , jangan pernah mencoba memencet dan mengeluarkan komedo dengan kuku. Jangankan mendapatkan hasil dari langkah membersihkan komedo atau menghilangkan jerawat , yang ada kulit wajah bisa terluka dan teriritasi hingga memungkinkan masuknya bakteri dalam kulit jadi gunakanlah cara menghilangkan komedo yang efektif.